Ahad, 27 Disember 2009

TeruK yAng PaLinG TerUk...


Teruk yang paling teruk...
sebab apa?
sebab tidak pernah serius...
sebab tak bersungguh-sungguh...
bila nak berubah?
hmm entalah...
setiap tahun asyik benda sama jer...
tapi...
kalau hati kuat pasti boleh...

* Aku harus terus berjalan...
   itu tetapan hidup.

Isnin, 21 Disember 2009

SuRat KePada AyaH...

Ayah…

Ayah tak suka Citra sebab wajah Citra seperti ibu.Wanita yang telah menghancurkan hati ayah. Itu yang Citra dengar semasa perbualan ayah dengan Mak Long.  Ayah tak pernah mengaku Citra anak ayah… ayah kata Citra anak lelaki bangsat yang telah menghancurkan rumahtangga ayah dan ibu. Disaat Citra mengambil keputusan untuk berlajar di ASWARA ayah begitu marah. Ayah kata “ aku benci orang seni!. Dan kau, kalau kau degil juga kau boleh keluar dari rumah ini dan jangan harap aku nak bagi kau satu sen pun”. Citra tahu sebab apa ayah bencikan bidang seni sebab Uncle Wan. Kadang-kadang Citra bertanya dalam hati, sampai bila… sampai bila ayah?. Sampai bila ayah nak membenci Citra?. Citra juga mempunyai hati dan perasaan. Citra cemburu dengan abang Aidil, abang Zafi dan kak Zara apabila mereka bergelak ketawa, bercerita dan tersenyum dengan ayah tapi Citra… setitik dan secacar pun tak pernah ada kesempatan itu. Jika ada orang bertanya pada Citra. “ Adakah Citra benci pada ayah?”. Dengan jujur Citra menjawab sebanyak mana sakit dan kecewanya kasih sayang Citra telah memadamkan rasa kecewaan itu. Maaf Citra mengambil keputusan untuk keluar dari rumah ini. Keluarnya Citra dari rumah ini adalah membina impian dan cita-cita Citra. Maaf sekali dari Citra… Citra tidak dapat menjadi anak kebanggan ayah seperti abang Aidil, abang Zafi dan kak Zara. Buat mama terima kasih kerana menerima diri ini dan buat ibu, semoga ibu aman disana…

Aku bekerja
Bukan ke pesta
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Kudengar seru menderu
Dalam hatiku
Apa hanya angin lalu?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah..!!!
Segala menebal,segala mengental
Segala tak kukenal…
Selamat tinggal…!




Jumaat, 11 Disember 2009

Ikhlas atau palstik

kadang aku bertanya...
adakah dia ikhlas dengan kata-katanya...
atau...
ianya cuma kata-kata palstik....
untuk menyedapkan  hati...
aku memang  manusia yang selalu meragui keikhlasan....

Khamis, 10 Disember 2009

kesakitan kembali menyerang....

berapa minggu  kebelakangan  ini mood  aku  dalam  keadaan tidak  baik...
lebih lagi  bila  kesakitan  menyerang dalam  pelbagai  bentuk... dalam  keadaan  macam 
ni  aku  lebih  suka  menyendiri  daripada bersama keluarga mahupun  teman2.... kepala, telinga, mata mahupun suaraku tidak mampu berfungsi dengan sempurna... membuatkan   aku tidak selesa
dan aku..tak mahu diganggu...

sakitan  ini  menyerang
membuatkan  aku 
tidak  terdaya melawannya
terlantar lesu
dirawat di kamar sepiku

Selasa, 8 Disember 2009

Kau BikiN haTiKu PaNas



Kadang2 rasa macam sial jer m#@#^ ni…


Kadang2 rasa gedik nak mampus….

Kadang2 poyo lebih.. ingat dah cukup bagus Arrr…

Kadang2 rasa kesianlah pula…

Kadang2 rasa tak patut….

Tapi macam cipan pula…

Tapi memang celaka!!!

Bodoh…

bodoh…

Aku jadi bodoh sebab kau…

Siapa lagi kalau kau ….

# Makin lama makin aku bosan dengan manusia... lebih2 lagi manusia btopengkn malaikat berhatikan iblis...
aku lebih suka bdamping dng manusia dianggap celaka @ hina oleh manusia lain....

Ahad, 29 November 2009

ToNG KoSOnG- SLAnk...

lagu ni  aku hadiah  pada  manusia  yang  paling pintar berbicara....
lagu ni sesuai untuk kau :)

Sedikit ngerti ngaku udah paham

Kerja sedikit maunya kelihatan
Otak masih kaya 'TK,
Koq ngakunya Sarjana
Ngomong-ngomongin orang
Kaya udah jagoan...

Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang

Hak manusia ingin bicara
Hak manusia ingin bernyanyi
Kalau sumbang janganlah didengarkan
Kalau merdu ikutlah bernyanyi

Jangan ngelarang-larang
Jangan banyak komentar
Apalagi menghina

Terserah mereka kalian atau saya
Asal nggak ngelanggar hukum
Biarkan saja

Tonk-tonk kosong mending pada diam
Biar dunia tentukan pilihan
Yang mana yang benar ....
Yang mana yang baik ...
Dari pada elo jadi ....

Khamis, 26 November 2009

Lu N Gua

lu bikin gua bengang...

lu fikir diri lu hebat...

lu fikir diri lu lah paling bagus...

lu sape nak kutuk2 cara gua...

gua jemu didekat  lu..

bahasa lu menyakitkan ...

luka hati terhiris oleh mulut lu...

jangan bersama dengan gua...

jika lu tak abis nak kutuk2 org....

akhir kata lu boleh blah....

lu...lu...

gua... gua...

cara lu dengan gua bbeda...
kau bikin gua bengang...

mulutmu

Isnin, 23 November 2009

Rock N Roll


Duniaku dunia kebebasaan...
yang selalu mencari kesenangan...
biarkan ku tuju ke jalan sendiri...
tak perlu akulah seperti yang kau punya...
hidupku dan hidupmu pasti berbeda...
jangan kau cuba arahkan jalan kehidupanku...
kau fikir dirimu lah yang paling benar...
ku kan selalu jalan dengan cara hidupku...
aku bosan dengan nasihatmu....
inilah hidupku...
inilah jalanku...
hanya satu kata...
Rock N Roll...
jangan kau campuri semua urusanku..
kerna diriku..
Rock N Roll!!!...

Sixx.... Rock N Roll

PerTeMuaN MaHaSiswa

Matahari terbit pagi ini

mencium bau kencing orok di kaki langit,

melihat kali coklat menjalar ke lautan,

dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.

Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :

Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.

Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.

Orang berkata “ Kami ada maksud baik “

Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina

Ada yang bersenjata, ada yang terluka.

Ada yang duduk, ada yang diduduki.

Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.

Dan kita di sini bertanya :

“Maksud baik saudara untuk siapa ?

Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan

tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.

Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.

Perkebunan yang luas

hanya menguntungkan segolongan kecil saja.

Alat-alat kemajuan yang diimpor

tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.

Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari, semakin tinggi.

Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.

Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :

Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?

Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini

akan menjadi alat pembebasan,

ataukah alat penindasan ?

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.

Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.

Dan rembulan akan berlayar.

Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.

Akan hidup di dalam bermimpi.

Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.

Sementara hari baru menjelma.

Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.

Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :

Ada yang menangis, ada yang mendera.

Ada yang habis, ada yang mengikis.

Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !

Oleh : W.S. Rendra